Monday, December 2, 2019

Corporate University di Mandala Finance



Fenomena globalisasi serta perkembangan teknologi informasi dan komunikasi beberapa tahun terakhir telah melahirkan era yang amat berbeda dibandingkan era sebelumnya.  Era ini ditandai dengan kerap terjadinya guncangan perubahan, ketidakpastian, kompleksitas dan kegamangan.  Karena itulah, era ini sering disebut sebagai era VUCA (volatility, uncertainty, complexity & ambiguity).  Di era ini pula, gelombang perubahan yang datang – terutama karena perkembangan teknologi informasi/digital telah mendisrupsi tatanan kehidupan yang sudah mapan. Tak terkecuali dalam dunia bisnis.  Tak sedikit perusahaan besar (baik manca negara maupun di Indonesia) yang sebelumnya begitu digdaya, mengalami kemunduran karena terjangan disrupsi ini.

Pemimpin dan pengelola perusahaan dihadapkan pada tantangan lain.  Yakni makin besarnya jumlah karyawan generasi milenial.  Mengelola dan memberdayakan talent dari kalangan the nex gen ini tidaklah mudah, karena mereka secara umum mempunyai karakteristik amat berbeda dibandingkan generasi karyawan sebelumnya. Untuk itu agar tidak terlibas perkembangan zaman yang luar biasa, organisasi perusahaan dituntut adaptif dan lincah.  Perusahaan dituntut untuk mampu menunjukkan bahwa eksistensi dan peran mereka tetap relevan dengan situasi terakhir.  Demi mewujudkan hal tersebut, tak mengherankan, transformasi menjadi agenda penting banyak perusahaan. Mentransformasi perusahaan adalah mentransformasi orang-orang/SDM dalam perusahaan itu.  Kompetensi dan kapabilitas SDM dalam perusahaan harus terus dikembangkan agar perusahaan tempat mereka berkarya maupun bersaing dan terus relevan dengan perkembangan jaman.

Dengan situasi yang amat menantang sekarang, pengembangan kapabilitas SDM tak lagi memadai bila dikelola dengan pendekatan training center (TC) konvensional. Karena, secara umum TC konvensional lebih banyak digerakkan oleh unit human resources (HR). Dengan keterbatasan unit HR dalam memahami operasional bisnis perusahaan, seringkali program yang ada kurang selaras dengan kebutuhan bisnis yang ada. Pengembangan SDM dengan pendekatan corporate university (CorpU) dipandang lebih tepat untuk diterapkan dan dikembangkan. Dalam pendekatan CorpU, pengembangan SDM harus selaras dengan tujuan dan strategi perusahaan.  Keterlibatan jajaran eksekutif puncak dan business process owner juga dinilai penting.  Program pembelajaran yang diberikan pun harus bisa dievaluasi dampaknya dengan melihat kinerja bisnis yang dihasilkan.

Pengembangan untuk menggunakan pendekatan CorpU di dunia korporasi di Indonesia dari waktu ke waktu semakin meluas. Sejumlah perusahaan terkemuka di Indonesia mengaku sudah menggunakan pendekatan ini. Namun harus diakui, dari segi jumlah jauh lebih banyak perusahaan yang mengembangkan SDMnya dengan pendekatan training center konvensional.

Keinginan Mandala Finance mempunyai Corpu diinisiasi oleh HRD dengan mencoba menghadirkan Mandala Academy di tahun 2019 ini.  

Menuju Mandala Academy menjadi semangat awal pembentukan corporate university di Mandala Finance.

-ph-

No comments:

Post a Comment