Fenomena globalisasi serta perkembangan teknologi
informasi dan komunikasi beberapa tahun terakhir telah melahirkan era yang amat
berbeda dibandingkan era sebelumnya. Era
ini ditandai dengan kerap terjadinya guncangan perubahan, ketidakpastian,
kompleksitas dan kegamangan. Karena
itulah, era ini sering disebut sebagai era VUCA (volatility, uncertainty, complexity & ambiguity). Di era ini pula, gelombang perubahan yang
datang – terutama karena perkembangan teknologi informasi/digital telah
mendisrupsi tatanan kehidupan yang sudah mapan. Tak terkecuali dalam dunia
bisnis. Tak sedikit perusahaan besar
(baik manca negara maupun di Indonesia) yang sebelumnya begitu digdaya, mengalami
kemunduran karena terjangan disrupsi ini.
Pemimpin dan pengelola perusahaan dihadapkan pada
tantangan lain. Yakni makin besarnya
jumlah karyawan generasi milenial.
Mengelola dan memberdayakan talent dari kalangan the nex gen ini tidaklah
mudah, karena mereka secara umum mempunyai karakteristik amat berbeda
dibandingkan generasi karyawan sebelumnya. Untuk itu agar tidak terlibas
perkembangan zaman yang luar biasa, organisasi perusahaan dituntut adaptif dan
lincah. Perusahaan dituntut untuk mampu
menunjukkan bahwa eksistensi dan peran mereka tetap relevan dengan situasi
terakhir. Demi mewujudkan hal tersebut,
tak mengherankan, transformasi
menjadi agenda penting banyak perusahaan. Mentransformasi perusahaan adalah
mentransformasi orang-orang/SDM dalam perusahaan itu. Kompetensi dan kapabilitas SDM dalam
perusahaan harus terus dikembangkan agar perusahaan tempat mereka berkarya
maupun bersaing dan terus relevan dengan perkembangan jaman.
Dengan situasi yang amat menantang sekarang,
pengembangan kapabilitas SDM tak lagi memadai bila dikelola dengan pendekatan training center (TC) konvensional.
Karena, secara umum TC konvensional lebih banyak digerakkan oleh unit human resources (HR). Dengan
keterbatasan unit HR dalam memahami operasional bisnis perusahaan, seringkali
program yang ada kurang selaras dengan kebutuhan bisnis yang ada. Pengembangan
SDM dengan pendekatan corporate university (CorpU) dipandang
lebih tepat untuk diterapkan dan dikembangkan. Dalam pendekatan CorpU,
pengembangan SDM harus selaras dengan tujuan dan strategi perusahaan. Keterlibatan jajaran eksekutif puncak dan
business process owner juga dinilai penting.
Program pembelajaran yang diberikan pun harus bisa dievaluasi dampaknya
dengan melihat kinerja bisnis yang dihasilkan.
Pengembangan untuk menggunakan pendekatan CorpU di
dunia korporasi di Indonesia dari waktu ke waktu semakin meluas. Sejumlah
perusahaan terkemuka di Indonesia mengaku sudah menggunakan pendekatan ini.
Namun harus diakui, dari segi jumlah jauh lebih banyak perusahaan yang
mengembangkan SDMnya dengan pendekatan training center konvensional.
Keinginan Mandala Finance mempunyai Corpu diinisiasi oleh HRD dengan mencoba menghadirkan Mandala Academy di tahun 2019 ini.
Menuju Mandala Academy menjadi semangat awal pembentukan corporate university di Mandala Finance.
-ph-
No comments:
Post a Comment