Monday, December 2, 2019

Perbedaan & Keterkaitan E-Learning dan Online Learning


Perbedaan

Online learning merupakan bagian  dari e-learning. E-learning merupakan  suatu  konsep  yang  lebih  luas dibandingkan online learning, yaitu meliputi suatu rangkaian aplikasi dan proses-proses yang  menggunakan  semua  media  elektronik untuk  membuat  pelatihan  menjadi lebih  fleksibel. 
Online  learning  merupakan suatu  pembelajaran yang  menggunakan  internet,  intranet  dan  ekstranet, atau  pembelajaran  yang menggunakan jaringan komputer yang terhubung secara langsung dan luas cakupannya secara global.

Secara harfiah memang E-Learning berarti pembelajaran yang menggunakan sarana elektronik.   Sarana elektronik tersebut ada berbagai macam seperti   radio, tape/audio, tv interaktif, CD ROM, seperangkat komputer, LCD Proyektor, dan lain-lain.   Hal ini menunjukkan bahwa sarana dalam e-learning tidak hanya media elektronik yang terhubung dengan jaringan komputer.

Lain halnya dengan online learning   yang memiliki makna pembelajaran yang dilakukan dengan media elektronik secara online.   Syarat utama media elektronik yang bisa dikatakan online adalah   terhubung dengan internet.  Oleh karena itu,   pembelajaran yang menggunakan media elektronik yang terhubung dengan internet disebut sebagai online learning.


Keterkaitan

Meskipun e-learning berbeda konsep dengan online learning¸ kedua cara pembelajaran ini memiliki keterkaitan satu sama lain. Seperti halnya ketika menggunakan video sebagai media pembelajaran. Pada suatu saat  fasilitator menyampaikan materi menggunakan komputer dan LCD proyektor  untuk menjalankan video di dalam kelas  tetapi pada suatu saat  fasilitator menyampaikan materi dengan memposting video tersebut pada blog-nya  untuk diakses secara online oleh partisipan. Hal ini menunjukkan bahwa dengan bentuk bahan ajar yang sama, seorang fasilitator bisa menerapkan e-learning dan online learning dalam kelasnya.

Penerapan ­konsep ­e-learning sendiri menggunakan metode synchronous dan asynchronous dalam penyampaian bahan ajarnya.
Pada metode synchronous, fasilitator dan partisipan ada di dalam kelas dan waktu yang sama  meskipun secara tempat berbeda. Hal ini dapat ditunjukkan dengan penggunaan teleconference dalam pembelajaran.

Pada metode asynchronous, fasilitator dan partisipan dalam kelas yang sama secara virtual  meskipun dalam waktu dan tempat yang berbeda. Disini diperlukan peranan sistem atau aplikasi e-learning berupa Learning Management System  dan content baik berbasis text atau multimedia. Sistem dan content tersedia dan online dalam 24 jam nonstop di internet. Fasilitator dan partisipan bisa melakukan proses belajar mengajar dimanapun dan kapanpun.

Online learning juga menggunakan metode penerapan yang sama dengan e-learning, dalam penyampaian bahan ajar. Secara synchronous hal ini dapat ditunjukkan dengan penggunaan live streaming  yang menggunakan media online dalam penyampaian bahan ajar  dan komunikasi antara fasilitator dan partisipan. Pada asynchronous hal itu terlihat pada penggunaan website dalam pembelajaran yang dilakukan. Dengan menggunakan website guru bisa menciptakan kelas virtual yang mampu memberikan pembelajaran meskipun pada saat itu guru sedang tidak dalam kondisi online.


No comments:

Post a Comment